Peraturan baru transportasi online

Transportasi Online Masih Diminati, Ini Dia Peraturan Barunya

Teknologi

Kabarkecebong.com, Seiring perkembangan teknologi saat ini, masyarakat semakin dimudahkan dalam berbagai hal termasuk salah satunya adalah transportasi. Kini hampir setiap orang memiliki smartphone yang selain digunakan sebagai sarana komunikasi, juga mereka gunakan untuk kebutuhan lain seperti belanja online hingga memesan transportasi online.

Taksi online merupakan salah satu transportasi yang menguntungkan bagi sebagian orang, karena selain cukup praktis dalam hal pemesanan, alasan masyarakat lebih memilih taksi online dibanding taksi konvensional karena harga yang relatif lebih murah.

Meskipun transportasi umum lainnya banyak seperti angkutan umum yang memiliki tarif cukup murah, tetapi masyarakat sering merasa lebih nyaman menggunakan taksi online, karena angkutan umum yang sering kali ngetem belum lagi ditambah jalanan yang selalu macet dan tetap harus mengikuti jalur trayek angkutan umum tersebut.

Di Bandung transportasi online seperti taksi online dan ojeg online sementara dihentikan, informasi tersebut langsung disampaikan oleh wali kota Bandung Ridwan Kamil atau biasa dipanggil kang emil. Angkutan online ini akan diberhentikan sampai ada aturan baru dari Kementerian Perhubungan (kemenhub).

Lantas benarkah transportasi online di Bandung sudah tidak menarik penumpang?

Menurut salah satu pengemudi taksi online mangatakan bahwa mereka tidak berhenti beroperasi melainkan hanya menerima pesanan sepeti makanan atau mengantarkan barang hanya tidak menarik penumpang saja.

Namun berdasarkan peraturan baru yang menegaskan taksi online di Bandung boleh beroperasi kembali. Masyarakat Bandung kini bisa menggunakan taksi online seperti biasanya, namun tidak berlaku perijinan bagi ojeg online.

Dibeberapa kota taksi online masih digemari masyarakat seperti jakarta, namun peraturan baru mengubah tarif baru untuk taksi online. Argo yang diterapkan peraturan baru untuk taksi online tidak jauh berbeda dari taksi konvensional.

Tarif baru transportasi online untuk taksi online
Gambar: industribisnis

Tarif baru untuk wilayah I dengan batas bawah Rp 3.000 per kilometer dan batas atasnya Rp. 6.000. Kemudian untuk wilayah II batas bawahnya Rp 3.700 per kilometer dan batas atasnya Rp 6.500 per kilometer.

Beberapa pengguna jasa transportasi online tidak mempermasalahkan adanya tarif baru tersebut. Sebab, masyarakat lebih mengutamakan kenyamanan dalam ngeakses transportasi menunjang kegiatan sehari-hari.

Ada sembilan poin revisi dalam aturan baru bagi taksi online yang meliputi argometer taksi, tarif, kuota, wilayah operasi, perencanaan kebutuhan kendaraan, persyaratan minimal kepemilikan kendaraan, pemenuhan adanya salinan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT), serta peran aplikator.

Selain tarif, pengemudi taksi online pun dibatasi di jabodetabek pengemudi taksi online ada 100 – 120 ribu namun sekarang kuota tersedia hanya 50 ribu saja.

Selain itu pengemudi taksi online harus memasang stiker yang kemudian menjadi polemik, dikarenakan pengemudi taksi online khawatir pemasangan stiker tersebut memudahkan sejumlah oknum untuk melakukan sweeping.

Stiker taksi online berdiameter 15cm, selain itu setiap tulisan yang tercantum di dalamnya juga memiliki ukuran masing-masing, Kemenhub telah mendesain stiker untuk taksi online.

Dari data yang dihimpun, desain stiker khusus taksi online berbentuk lingkaran dengan dominasi warna biru, Ditengahnya terdapat logi Kemneterian Perhubungan dengan aksen kuning.

Dengan stiker yang harus dipasang pengemudi taksi online merasa was-was sebab tidak memakai stiker saja pengemudi taksi online sering dihadang oknum tidak bertanggung jawab apalagi memakai stiker.

Mengenai hal tersebut Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menegaskan, pemasangan stiker di kendaraan taksi online justru menandakan bahwa kendaraan tersebut sah dan legal.

Ada lima poin yang menjadi bahan demo. Diantaranya aturan pemasangan stiker di badan mobil, aturan pembatasan wilayah, dan aturan uji KIR. Selain itu yang memberatkan bagi pengemudi taksi online adalah adanya pembatasan wilayah.

Bagi mobil dengan plat mobil B, dilarang memasuki wilayah Bogor, Bandung dan wilayah kota lainnya meskipun mengantar penumpang.

Berefek atau tidaknya peraturan tersebut harus diuji cobakan terlebih dahulu. Namun jika melihat keadaan sekarang, taksi konvensional lebih untung daripada taksi online. Diantaranya yaitu plat nomor yang berbeda.

Taksi online menggunakan plat hitam sementara plat untuk taksi konvensional berwarna kuning. Hal tersebut jelas lebih menguntungkan taksi konvensional. Mereka bisa bebas berjalan di jalan protokol tanpa perlu khawatir hari ganjil-genap.

Mestipun peraturan baru lebih menguntungkan bagi taksi konvensional tetapi sebagian masyarakat masih memilih memakai taksi online karena kemudahannya yaitu memesan melalui smartphone dan tinggal menunggu pengemudi menjemput.

Tak hanya untuk taksi online saja, Kemenhub juga segera keluarkan aturan untuk ojek online.

Meskipun demikian, aturan tersebut hanya sebatas surat edaran dari Dirjen Angkutan Darat karena ojek tidak diatur dalam Undang-undang sebagai angkutan umum.

Peraturan baru transportasi online untuk ojek online
Gambar: JBW Blog

Keberadaan ojek online harus diatur agar tidak terjadi konflik horizontal. Selain itu, faktor keamanan roda dua sebagai alat transportasi umum tergolong rendah‎. Biaya angkutan roda dua pun tergolong mahal jika dibandingkan transportasi umum yang lebih besar.

Meskipun demikian, seharusnya ojek online tersebut diatur oleh pemerintah daerah.‎ Hal senadapun disampaikan Ketua DPP Organda yang mengatakan bahwa keberadan ojek online perlu diatur. Organda tidak keberatan dengan penyesuaian Peraturan Menteri Perhubungan mengenai transportasi online tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *